Pengajuan Kredit Renovasi ke Bank Diperlukan RAB Rumah


by Endang Kusman - 24 September 2014

Banyak bank umum yang menawarkan fasilitas kredit renovasi rumah kepada pegawai atau karyawan yang bekerja pada instansi pemerintah atau swasta. Dengan adanya fasilitas tersebut, merupakan kesempatan yang baik bagi yang memerlukan. Mengambil manfaat kredit renovasi akan lebih menguntungkan dari pada sengaja menabung. Sebab untuk membiayai sebuah rumah walaupun dengan cara kredit tidak akan rugi, sedangkan apabila hanya mengandalkan menabung.. pada saatnya uang terkumpul dalam sekian tahun harga-harga bahan bangunan dan upah kerja sudah pindah harga beberapa kali lipat. Untuk mendapat krdit renovasi rumah tentunya ada persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi, hampir sama dengan kredit kepemilikan rumah (KPR), dan pemohon juga diharuskan melampirkan gambar rencana renovasi/membangun lengkap dengan Rencana Anggaran Biaya yang diperlukan (RAB Rumah).

Beberapa bank Tanah Air memiliki produk KPR yang juga memuat kredit renovasi. Dikutip dari berbagai sumber, agar calon nasabah sukses mendapatkan kredit renovasi, tentunya ada sejumlah hal yang perlu dicermati. Antara lain, mengingat bank yang menawarkan kredit pemilikan rumah (KPR) sekaligus kredit renovasi rumah jumlahnya cukup banyak, muncullah pertanyaan ini: haruskah mengambil sekaligus dua kredit itu? Tentunya, calon nasabah harus cermat. Lepas dari itu, untuk mengajukan kredit renovasi ke bank, calon nasabah wajib membuat rencana anggaran biaya (RAB). Dalam memproses permintaan kredit renovasi, bank akan menjadikan RAB sebagai panduan. Untuk melihat besarnya dana renovasi yang diperlukan, bank akan mengacu ke RAB itu.

Secara garis besar, RAB memuat empat hal. Pertama, rincian volume material yang diperlukan. Kedua, material yang diperlukan dan harganya. Ketiga, kualitas material yang digunakan. Keempat, gambar pra-rencana renovasi. RAB yang baik yakni yang memuat daftar harga yang wajar dan sesuai dengan harga pasar. Jika RAB yang diajukan sesuai dengan data yang dimiliki bank, bisa dipastikan bahwa pemrosesan kredit bisa dilakukan dengan cepat. Siapa saja yang bisa membuat RAB? Apakah perlu konsultan tersendiri? Asal saja, yang menyusun RAB adalah orang-orang yang berkompeten seperti pemborong dan arsitek. Jadi, untuk menyusun RAB, calon nasabah tak memerlukan konsultan tersendiri.

Sekadar tambahan, saat ini sejumlah bank memberikan sebuah fasilitas. Yakni, memberikan saran atas rancangan RAB nasabah. Lalu, di RAB, berapa besarkah nilai kredit yang bisa diajukan? Di sini, calon nasabah bisa mengajukan nilai yang melebihi harga rumahnya. Ini sah-sah saja. Sebab, tiap tahun, nilai bangunan atau rumah tentunya naik menjadi suatu hal yang perlu diperhitungkan. Jadi, itulah hal-hal yang perlu dicermati saat mengajukan kredit renovasi. Soal pencairan, biasanya bank mencairkan kredit renovasi secara bertahap. Pencairan disesuaikan dengan perkembangan renovasi rumah. Tapi, memang ada pula bank yang mencairkan sekaligus. Semua itu tergantung kebijakan tiap bank.




 

www.softwarerab.com