Mengapa Harga Material di AHS-SNI Lebih Besar dari Toko Material?


by : Endang Kusman : 19 Jul 2014

Suka ada yang bertanya : Mengapa harga material yang ada di AHS-SNI ko jauh lebih besar dari Toko Material? Jawabannya adalah "Ya, memang benar". Sebagai contoh harga Semen Tiga Roda 50 Kg di Toko Material Rp.68.000 per zak, sedangkan pada AHS-SNI bisa Rp. 80.000-an lebih, berbeda antara AHS Bogor dengan Kota lainnya.

Perbedaan tersebut karena pada AHS-SNI sudah ditambah keuntungan pemborong dan pajak-pajak yang berlaku, dan biasanya antara Pemda yang satu berbeda dengan lainnya dalam mencantumkan harga satuan tersebut.

Tapi, anehnya kalau upah kerja yang tercantum pada AHS-SNI biasanya lebih kecil dari harga satuan upah/perhari riil di sekitar kita, padahal harga tersebut juga sudah ditambah keuntungan pemborong dan pajak-pajak. Kalau masalah upah kerja saya juga tidak tahu alasannya mengapa lebih kecil, padahal dalam kenyataannya pemborong yang mendapatkan proyek pekerjaan dalam membayar upah pekerja lebih besar dari harga yang ditentukan AHS-SNI. Tetapi, kenyataannya para pemborong tidak mengeluh dan kebanyakannya tetap memperoleh keuntungan pada setiap proyek pekerjaannya.

Kedua hal tersebut sebenarnya bagi para pemborong sudah merupakan hal yang biasa, sebab merekapun juga pandai dan punya pengalaman dalam mengaplikasikan AHS-SNI di lapangan. Pada dasarnya tinggal pandai-pandai menganalisa secara riil di lapangan.

Saya juga punya pengalaman dalam hal tersebut, sebenarnya koefisien untuk upah kerja pada AHS lebih longgar dari pada koefisien untuk bahan material, jadi walaupun harga satuan upah dibuat kecil masih lonngar jika pemborong membayar lebih tinggi. Misalnya dalam pemasangan 1 m3 pondasi diperlukan : 1,50 O/H Pekerja ; 0,60 O/H Tukang ; 0,06 O/H Kepala Tukang ; 0,07 O/H Mandor. Artinya jika 1 orang tukang + 2.4 pekerja dalam 1 hari ditarget menghasilkan pasangan pondasi hanya 1.6 M3. Padahal dalam kenyataan di lapangan bisa menghasilkan 2 x lipat. Coba Anda renungkan ! Bukankah ada kelonggaran? (markup).

Software RAB menggunakan koefisien AHS, tetapi yang menentukan harga satuan bahan dan upah adalah para pengguna sofeware rab. Jadi, sebaiknya Anda dalam menggunakan software rab untuk menghitung rumah sendiri sebaiknya menggunakan harga riil material, dan upah kerja menggunakan lebih kecil dari pada harga riil (misal 80% x harga upah kerja riil), maka Anda akan mendapatkan nilai RAB yang benar-benar mendekati biaya riil.




 

www.softwarerab.com