Cara Merancang Sebuah Rumah di Lahan Sempit agar Nyaman Dihuni


oleh endang kusman, 31 Jan 2015

Softwarerab.com - Walaupun di atas lahan yang sempit misalnya berukuran 6 x 10 meter atau luas 60 M2 terutama di perumahan type kecil dapat dirancang penggunaannya untuk kebutuhan ruangan dengan jumlah anggota keluarga tertentu. Rancangan atau konsep rumah yang baik adalah sebuah rumah yang dapat memberikan kenyamanan bagi seluruh penghuninya sehingga dapat merasa betah dan nyaman tinggal di rumah.

Rumah yang pengab, panas, gelap di siang hari, sumpek, dan lain sebagainya tentu saja akan membuat semua penghuni rumah tidak betah tinggal di rumah. Nah, bagaimana caranya merancang sebuah rumah pada lahan sempit hanya 60 M2 agar dapat memberikan kenyamanan bagi semua penghuni rumah? Untuk menjawabnya, tentu saja kita kembali kepada penyebab di atas dan harus meminimalisir masalah tersebut. Mengapa di dalam rumah pengab, sumpek, panas? Semuanya adalah masalah yang erat kaitannya dengan konsep rumah sehat. Sebuah rumah yang dirancang sebagai rumah sehat tentu saja tidak akan terjadi masalah seperti itu. Apakah karena tanah sempit?

gambar rumah mewah 04
Kalau kita sudah tahu tanah sempit, kemudian memaksakan diri membangun rumah dengan jumlah ruangan diluar kapasitas lahan, maka akibatnya akan seperti yang saya sebutkan di atas.

Hal-hal penting sebagai acuan rumah sehat adalah:
  • Memiliki penerangan alami yang cukup
  • Memiliki ventilasi udara yang Cukup
  • Memiliki ketinggian langit-langit yang cukup
Lahan sempit tidak dapat dijadikan alasan untuk memenuhi ketiga persyaratan di atas. Yang terjadi selama ini adalah mengabaikan ketiga hal tersebut dan mengutamakan kuantitas, bukan kualitas. Artinya lebih mementingkan jumlah ruangan yang diperlukan ketimbang kualitas. Padahal untuk membangun sebuah rumah ada persyaratannya yaitu dengan perbandingan 60% Bangunan : 40% (minimal)lahan terbuka. Apabila luas tanah hanya 60 M2, maka maksimum luas bangunan rumah yang akan dibangun adalah 36 M2, dan lahan terbuka adalah 24 M2.

Kalau begitu berarti jarak 3 meter dari jalan ke bangunan = 18 M2 (halaman depan), kemudian sisanya 6 M2 untuk halaman belakang. Nah kalau kita mengikuti ketentuan tersebut, yakin rumah yang kita bangun akan memenuhi sebuah rumah sehat.

Kalau luas bangunan 36 M2 tidak cukup, jangan memaksakan diri mengambil jatah ruang terbuka, tetapi pengembangan ruangan harus ke atas dan ruang terbuka tidak diganggu. Ketika kita membuat rumah 2 lantai, maka sirkulasi udara yang melewati halaman belakan akan menjadi kurang, maka pembuatan void (lubang) merupakan ventilasi udara yang baik. Kemudian lubang tangga yang cukup, juga berfungsi sebagai ventilasi yang baik.

Ketinggian langit-langit sangat berkaitan dengan suhu ruangan. Semakin pendek langit-langit, maka suhu di dalam rumah akan semakin panas, terutama untuk rumah berlantai 1, atau rumah pada lantai 2 sebab langsung berhubungan dengan atap. Ruang atap yang panas akan mengalirkan panas ke dalam ruangan melalui tutup plafond. Jika ketinggian langit-langit kurang memadai maka volume ruangan akan kecil, dan panas akan cepat merambat. Ketinggian langit-langit yang nyaman adalah 3,5 s/d 4 meter. Selain suhu di dalam rumah akan nyaman, juga dengan ketinggian langit-langit yang cukup rumah menjadi tidak sumpek.

Masih banyak hal-hal yang berkaitan dengan desain rumah yang nyaman selain yang telah saya singgung di atas, bahan penutup atap juga harus menjadi pertimbangan. Bahan penutup atap yang dapat menyerap panas sebaiknya menjadi bahan pertimbangan. Kemudian membuat ventilasi atap yang cukup, sehingga ruang atap tidak terlalu panas pada siang hari.

Kiranya itu saja yang paling penting mengenai cara merancang sebuah rumah untuk lahan sempit. Semoga bermanfaat!




 

www.softwarerab.com