Cara Mengurus Surat Ijin Mendirikan Bangunan atau IMB


Diposkan : 25 Mei 2014
Oleh: Endang Kusman

Surat Ijin Mendirikan Bangunan atau IMB wajib dibuat sebelum mendirikan bangunan, termasuk membangun rumah tinggal. Kewajiban membuat IMB merupakan peraturan di setiap Pemerintahan Daerah dalam rangka mewujudkan tata ruang bangunan yang teratur. Barang siapa yang melanggaranya akan mendapat sanksi sesuai peraturan yang berlaku. Oleh karena itu sebelum mendirikan bangunan sebaiknya kita mengurus IMB terlebih dahulu agar tidak bermasalah ketika melaksanakan pembangunan.

Langkah-langkah dan persyaratan pengurusan IMB:

  1. Mengambil formulir di Dinas Perkerjaan Umum setempat
  2. Formulir diisi dan ditandatangani di atas materai Rp. 6000 oleh pemohon
  3. Formulir dilegalisir kelurahan dan kecamatan dimana bangunan akan didirikan
  4. Gambar denah, tampak (minimal 2 gambar), potongan (minimal 2 gambar), rencana pondasi, rencanaatap, rencana sanitasi serta site plan.
  5. Gambar konstruksi beton serta perhitungannya.
  6. Gambar konstruksi baja serta perhitungannya
  7. Hasil penyelidikan tanah serta uji laboratorium mekanika tanah untuk bangunan berlantai 2 atau lebih.
  8. Surat keterangan kepemilikan tanah/sertifikat HM (Hak Milik)/HGB (Hak Guna Bangunan).
    Surat persetujuan tetangga, untuk bangunan berhimpit dengan batas persil.
  9. Surat kerelaan tanah bermaterai Rp.6000 dari pemilik tanah yang diketahui oleh Lurah serta camat, apabila tanah bukan milik pemohon
  10. Surat Perintah Kerja (SPK) apabila pekerjaan diborongkan
  11. Ada izin usaha (HO) untuk bangunan komersial
  12. Ada izin prinsip dari pejabat Kepala Daerah bila lokasi bangunan menyimpang dari Tata Ruang Kota.
  13. Formulir yang telah diisi beserta lampiran-lampirannya diserahkan ke DPU.
  14. Pemohon (yang mengurusi imb) akan diberitahu apakah permohonan izin bangunan disetujui atau tidak.

Itulah uraian singkat mengenai tata cara dan proses pengurusan Surat Ijin Membangun (IMB).




 

www.softwarerab.com