Memilih Sistem Pelaksanaan Membangun atau Renovasi Rumah Tinggal

Mungkin diantara Anda ada yang merasa kebingungan dalam menentukan pilihan sistem pelaksanaan pembangunan atau renovasi rumah Anda. Ada 3 (tiga) model atau sistem pelaksanaan pembangunan/renovasi rumah yang lajim dilakukan oleh sebagian besar masyarakat kita, diantaranya sbb :

1. Sistem Kerja Borongan Full bahan dan upah kerja
2. Sistem Kerja Borongan hanya upah kerja saja
3. Sistem kerja harian.

Dari ketiga model tersebut masing-masing ada kekurangan dan kelebihannya, tergantung dari mekanisme pelaksanaan yang kita lakukan.

1. Sistem Kerja Borongan Full Bahan dan Upah Kerja

Sistem tersebut jarang dilakukan oleh sebagian besar masyarakat kita. Sistem borongan full lebih banyak digunakan oleh instansi, baik instansi pemerintah maupun swasta dalam mengerjakan pembangunan bagunan-bangunan kantor, jalan, jembatan, pabrik, dan lain sebagainya.

Sistem borongan full sebenarnya sangat baik jika kita mau melakukannya untuk membangun atau merenovasi rumah kita, terutama untuk rumah-rumah yang nilai biayanya cukup besar mulai ratusan juta sampai milyaran rupiah.

Namun untuk melaksanakan sistem tersebut tidak semudah yang kita bayangkan, untuk melaksanakan sistem tersebut memerlukan proses yang cukup rumit, mulai dari menyiapkan dokumen perencanaan, proses penawaran, evaluasi, penunjukan, dan pembuatan kontrak kerja yang menjamin kedua belah pihak jika terjadi permasalahan hukum.

Apabila Anda tidak mengerti sistem tersebut, maka sebaiknya jangan coba-coba melaksanakan pembangunan atau renovasi rumah dengan cara borongan full, sebab ada resiko yang rumit jika terjadi penyimpangan. Hal tersebut kadang-kadang terjadi di lingkungan kita, misalnya adanya kasus pemborong kabur meninggalkan pekerjaan. Dan hal kasus tersebut tidak dapat dibawa ke meja hijau, sebab sistem pemborongan tidak dilengkapi dokumen-dokumen yang melindungi kedua belah fihak, diantaranya kontrak kerja.

2. Sistem Kerja Borongan Hanya Upah kerja saja.

Sistem ini cukup banyak dilakukan oleh masyarakat kita, biasanya di perkotaan, di lingkungan perumahan seperti KPR-BTN. Cara seperti ini agaknya lebih tidak beresiko dibanding sistem nomor 1, sebab pihak pemborong hanya mengerjakannya saja, sedangkan pengadaan bahan material dilakukan oleh pemilik rumah. Tapi, tak urung juga terjadi pemborong minggat disebabkan uang sudah tipis, sedangkan pekerjaan masih banyak.

Apabila Anda akan melakukan pembangunan dengan sistem nomor 2 tidak ada salahnya, asalkan Anda merekrut seorang ahli untuk mengawasi pekerjaan, mengawasi kinerja pemborong.. terutama dalam memantau skedule dan kualitas pekerjaan yang dilakukan pemborong. Sistem perjanjian hitam di atas putih sebaiknya ada walaupun bentuknya sederhana, hal tersebut diperlukan untuk menjamin kedua belah pihak dari hal-hal yang tidak diinginkan.

3. Sistem Kerja Harian

Cara seperti ini sangat lajim digunakan oleh masyarakat kita baik di perkotaan maupun di pedesaan. Resiko kerugian lebih rendah dari sistem nomor 1 dan 2. Kerugian yang mungkin terjadi jika kita salah memprediksi waktu pelaksanaan, misalnya pada musim hujan.. sehingga kinerja mereka rendah karena alasan cuaca. Selanjutnya kita kurang pandai memenej para pekerja bangunan, sehingga kinerja mereka sangat rendah.. sedangkan jumlah upah per hari kita tetap bayar penuh.

Kunci sukses dalam pelaksanaan kerja harian adalah, kita rekrut seorang ahli yang mengerti gambar bagunan dan berpengalaman dalam mengawasi pelaksanaan pekerjaan bangunan. Tugas yang harus dilakukan oleh yang bersangkutan adalah mengawasi jalanya pelaksanaan pembangunan yang meliputi pengawasan kualitas bangunan, kinerja para pekerja bangunan, dan melakukan pengurangan tenaga kerja pada tahap-tahap tertentu.

Dalam merekrut tenaga ahli, sebaiknya diambil dari orang-orang minimal kita kenal baik pengalamannya, maupun kejujurannya. Yang bersangkutan jangan diberi tugas pengadaan material, kecuali melaporkan kebutuhan material. Biarlah pengadaan material kita tangani sendiri dengan cara kerja sama dengan sebuah toko material terdekat, sehingga pengadaan aterial bisa dilaksanakan byphone, baik dari rumah atau dari tempat kerja.

Itulah tips memilih cara atau sistem pelaksanaan pembangunan atau renovasi rumah Anda. Hati-hati dalam memilih cara di atas, sebab kalau terjadi penyimpangan di fihak pelaksana, maka kita sendiri yang akan menanggung kerugian. Semoga bermanfaat.

 

 

 

Copyright @ 2014 softwarerab.com. All rights reserved

Contact - Sitemap - Privacy